Farizon T9 Methanol Range-Extended Vehicle (REV) berhasil mencetak rekor GUINNESS WORLD RECORDS™ untuk kategori “Perjalanan terjauh yang ditempuh oleh truk ringan hibrida dengan satu tangki penuh metanol tanpa pengisian ulang bahan bakar maupun pengisian daya listrik”.
Perjalanan dimulai dari kantor pusat Farizon di Hangzhou menuju Tembok Besar Badaling di Beijing dengan menempuh jarak lebih dari 1.699 kilometer tanpa perlu mengisi ulang metanol maupun mengisi daya baterai. Tantangan ini dilakukan dalam skenario operasional logistik nyata dan disiarkan secara langsung oleh media yang diundang, sehingga performa teknologi metanol-listrik 3.0 Farizon dapat disaksikan dan diverifikasi secara terbuka.
Ini merupakan kendaraan Methanol REV kedua dari Farizon yang berhasil mencatatkan namanya di GUINNESS WORLD RECORDS™. Sebelumnya, pada tahun 2024, Farizon Homtruck berhasil meraih rekor dunia untuk kategori “Perjalanan terjauh yang ditempuh oleh truk semi-trailer dengan tangki penuh bahan bakar berkelanjutan tanpa pengisian ulang.”
Keberhasilan tantangan ini didukung oleh teknologi metanol-listrik 3.0 terbaru dari Farizon yang mampu mengatasi berbagai tantangan utama kendaraan logistik energi baru, seperti keterbatasan jarak tempuh, konsumsi energi yang tinggi, penurunan performa di suhu rendah, hingga tenaga yang kurang optimal.

Pada sisi teknologi, sistem metanol-listrik 3.0 menghadirkan peningkatan kekuatan struktur hingga 8%. Optimalisasi material dan desain pada sistem inti berbasis metanol memungkinkan kendaraan memiliki usia pakai B10 yang diproyeksikan melampaui 1,5 juta kilometer, sehingga memberikan tingkat keandalan dan stabilitas yang jauh lebih tinggi.
Farizon juga mengembangkan sendiri mesin range extender metanol 2.0T berperforma tinggi dengan efisiensi termal mencapai 46%. Teknologi ini mampu mengonversi 1 liter metanol menjadi sekitar 2 kWh energi listrik secara efisien. Dipadukan dengan tangki metanol berkapasitas 350 liter serta Baterai Xuanwu berpendingin cair dengan kemampuan pengisian cepat 2C, kendaraan ini menawarkan jarak tempuh yang sangat jauh sekaligus biaya operasional yang lebih rendah.

Selama perjalanan pemecahan rekor, Farizon T9 juga menunjukkan kenyamanan berkendara berkat kabin pintar (intelligent cabin) yang dirancang untuk mendukung perjalanan jarak jauh. Berbagai fitur pendukung aktivitas di dalam kabin memungkinkan pengemudi beristirahat maupun menikmati makanan selama perjalanan, sehingga mengurangi kelelahan saat berkendara dan mencerminkan filosofi Farizon yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Dalam berbagai kondisi jalan, mulai dari jalan tol, tanjakan, hingga jalan berkelok di area peristirahatan, performa kendaraan tetap stabil. Sebanyak 18 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) bekerja memberikan perlindungan sepanjang perjalanan, termasuk Intelligent Cruise Control (ICC) yang mampu menjaga jarak otomatis sekaligus mempertahankan posisi kendaraan di jalur. Fitur lain seperti pemantauan titik buta (blind spot monitoring) dan pengereman darurat otomatis (Automatic Emergency Braking) juga beroperasi secara presisi untuk mengurangi beban pengemudi selama perjalanan jauh.
Melalui tantangan ini, Farizon berhasil membuktikan performa kendaraan secara menyeluruh, mulai dari daya jelajah, tenaga, teknologi berkendara cerdas, keselamatan, hingga kenyamanan dalam kondisi operasional nyata.
Selain menghadirkan inovasi pada kendaraan, Farizon juga terus mengembangkan infrastruktur pendukung. Hingga saat ini perusahaan telah membangun lebih dari 1.000 stasiun pengisian metanol. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 4.000 stasiun di seluruh Tiongkok pada akhir tahun 2027. Didukung sistem penjadwalan cerdas, proses pengisian metanol diharapkan dapat semudah dan sepraktis pengisian bahan bakar bensin.
Setelah tantangan Guinness selesai, Farizon juga menggelar forum diskusi energi metanol yang menghadirkan para pakar, operator armada logistik terkemuka, serta mitra rantai pasok. Forum tersebut membahas nilai strategis metanol bagi industri, prospek penerapan di masa depan, serta pengembangan ekosistemnya guna memperkuat dukungan industri terhadap teknologi metanol-listrik.
Zhai Xuehun, Founder & CEO G7, menyampaikan bahwa efisiensi biaya masih menjadi prioritas utama bagi perusahaan logistik. Menurutnya, truk listrik berbasis baterai murni belum mampu melayani rute di atas 500 kilometer, sementara kendaraan berbahan bakar hidrogen masih memiliki biaya yang terlalu tinggi untuk diterapkan secara luas. Rekor yang dicapai Farizon T9 membuktikan bahwa truk metanol-listrik mampu menjadi solusi logistik energi baru untuk perjalanan jarak jauh dengan biaya yang lebih kompetitif.
Sementara itu, Mike Fan, CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, menjelaskan bahwa metanol tetap berbentuk cair pada tekanan atmosfer normal dan memiliki titik beku di bawah -97°C, sehingga sangat cocok digunakan pada kendaraan komersial di berbagai kondisi operasional. Ia juga menegaskan bahwa Farizon tengah membangun ekosistem industri metanol secara terintegrasi, mulai dari produksi metanol, pembangunan infrastruktur pengisian bahan bakar, hingga pengembangan kendaraan metanol-listrik, guna mempercepat adopsi kendaraan niaga berbahan bakar metanol di pasar global.
Sumber : https://global.geelycv.com/news/press-releases/202606/20260605/




